LAPORAN PEMBUATAN SENYAWA ESTER METIL SALISILAT
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
Labu dasar bulat
yang berisi campuran asam salisilat 28 gr, methanol 81ml, dan asam sulfat
pekat 8 ml, dikocok.
|
Larutan berwarna bening
|
Selanjutnya, refluks
selama 1,5 jam biarkan campuran menjadi dingin kemudian destilasi dengan
penangas air. Setelah destilasi dinginkan larutan dan tuang kedalam corong
pisah + 250ml air kocok kuat-kuat
|
Terbentuknya 2
lapisan zat cair
|
Tambahkan lauran
NaHCO3 dan magnesium sulfat
|
Mengeringkan ester
salisilat
|
Saring dan
filtratnya langsung ditampung dalam labu destilasi, kemudian destilasi diatas
penangas
|
Terbentuk bau khas
seperti balsam
|
Di dinginkan
|
Larutan bening dan
bau balsam
|
VIII. Pembahasan
Pada percobaan kali ini, yang dilakukan yaitu pembuatan senyawa organik
ester metil salisilat (minyak gandapura). Minyak gandapura biasanya dapat
dibuat dengan cara alami yaitu padamulanya menggunakan metil salisilat yang
kemudian mengisolasinya dari daun tumbuhan gandapura (gaultheri procumbens). Metil salisilat ini juga dikenal dengan
minyak dari winter green.
Minyak
gandapura adalah sejenis obat gosok yang dapat menghilangkan rasa sakit lokal
(local anastetic) yang efektif dan tidak mempunyai efek samping yang serius
pada kulit. Pada percobaan ini, menggunakan metil salisilat yang mana juga
merupakan ester dari asam karboksilat. Secara sintetis dapat juga diperoleh
dengan mereaksikan asam salisilat dengan alkohol, sampai reaksi mencapai
kesetimbangan. Untuk mempercepat reaksi, perlu ditambahkan asam sulfat pekat
sebagai katalisator dan dibantu dengan pemanasan.
Percobaan kali
ini, pertama tama yaitu dengan memasukkan kedalam labu dasar bulat yang
berukuran 500ml beberapa zat kimia berupa 28gr asam salisilat, 81ml metanol dan
8ml asam sulfat pekat kemudian dikocok. Kemudian sesudah dikocok, di destilasi
sisa metanol dengan memanaskannya di atas penangas atau dengan menggunakan
manttel. Setelah metanol habis terdestilasi, lalu dibiarkan digin, kemudian isi
labu dituangkan ke dalam corong pisah dan dicampur dengan 250ml air, kemudian
dibiarkan hingga terbentuk dua lapisan di dalam corong pisah.
pisahkan lapisan natrium salisilat yang terbentuk dan
air yang tersisa,sehingga yang tersisa hanya metil slisilat, natrium salisilat
tebentuk dari hasil reaksi antara natrium bikarbonat dan salisilat yang
berfungsi untuk menarik sisa air yang terdapat pada sample.
Kita tambahkan batu didih kedalam labu alas bulat
untuk mencegah letupan padaproses pemanasan. Sedangkan dengan adanya kita tutup
celah kondensor dengan aluminium foil berfungsi untuk mencegah pelepasan uap
selama proses pemanasan dan juga untuk mengetahui aroma dari metill salisilat
yang terbentuk.
Alirkan lapisan ester (lapisan bawah) kedalam
Erlenmeyer, sampai bebas asam tambahkan larutan jenuh NaHCO3 sampai
bebasasam tambah anhidrida magnesium sulfat untuk mengeringkan ester salisilat
selama 30menit, saring dan filtratnya langsung ditampung dalam labu destilasi,
kemudian destilasi diatas penangas air. Sedangkan NaHCO3 nya
itu sendiri untuk menarik zat pengotor dan dimaksudkan untuk menetralkan
kelebihan asam ataupun sisa asam setelah reaksi berlangsung.
Setelah larutan di destilasi maka akan tercium bau khas seperti balsam,
maka saat itu kita catat suhu pada waktu destilat ditampung dan terbentuk
minyak gandapura. Tetapi jika suhu masih jauh dibawa titik didih metil salsilat
115oC kita murnikan kembali pada metli salisilat yang ditampung
dengan mendestilasi lagi, kemudian periksa indeks bias metil salisilat yang
murni ini.
IX. Pertanyaan
Pasca Praktikum
1) pada
percobaan ini, proses sintesis asam metil salisilat dengan mereaksikan asam
salisilat, metanol dan asam sulfat, kemudian di refluks. Namun proses refluks
ini dapat diubah dengan menggunakan destilasi, mengapa demikian? Apakah
hasilnya akan berpengaruh?
2). Ketika ester
dialirkan dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan ditunggu hingga bebas asam
kemudian di tambahkan NaHCO3. Mengapa perlu ditambahkan NaHCO3?
3) ketika usai
proses refluks, kemudian dibiarkan campuran menjadi dingin, rubah posisi
pendingin tegak menjadi miring. Apakah fungsinya ketika di buat miring? Ketika
tidak dibuat miring apakah hasilnya akan berbeda?
X. Kesimpulan
Adapun kesimpulan
dari hasil praktikum pembuatan minyak gandapura sebagai berikut:
1)
Reaksi esterifikasi adalah reaksi yang mereaksikan sebuah devirat asam
karboksilat (asam salisilat) dan alcohol primer (methanol) pada suasana asam
dengan katalis H2SO4 dengan suhu yang tinggi untuk menghasilkan senyawa utama
berupa ester dan produk samping berupa air
2)
Metil salisilat dapat diperoleh dari sintesis asam salisilat dengan
methanol dengan bantuan H2SO4 pekat berdasarkan prinsip reaksi esterifikasi
XI. Daftar Pustaka
Fahmi.2018.Peningkatan Produktivitas dan Perekonomian Minyak Gandapura (Gaultheria
Fragantissima) dengan menerapkan mesin ekstraktor inaktivasi enzim gaultherase.Abadi
InsanUniversitas Mataram.
Firdaus.2009.Teknik Laboratorium dan Penuntun Praktikum Kimia Organik. Makassar:
Laboratorium Kimia OrganikJurusan Kimia FMIPA Universitas Hassanudin
Supardani dkk.2006. Perancangan Pabrik Asam
Salisilat dari Phenol.Jurusan Teknik Kimia.
Tim Penuntun Kimia Organik II.2015.
Penuntun Kimia Organik 2.Jambi:Universitas Jambi
Underwood. 1997. Analisis kimia kuantitatif. Erlangga: Jakarta
Vogel’s.
1978. “Text book of Practical Organic
Chemistry” edisi keempat. Logman-New York. 1978.
2. Untuk menarik zat pengotor dan untuk menetralkan kelebihan asam ataupun sisa dari reaksi yang berlangsung.
BalasHapus1. refluks dan destilasi memiliki prinsip yang sama, yaitu pada suhu yang tinggi. jadi jika kita ganti dengan destilasi kemungkinan hasilnya akan sama dengan yang di lakukan menggunakan refluks
BalasHapus