JURNAL PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM PIKRAT PRAKTIKUM
KIMIA
ORGANIK II

NAMA:
TIURMA REFINA LESTARI SILABAN
NIM:
RSA1C117011
DOSEN
PENGAMPU
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2019
PERCOBAAN
1
I.
JUDUL:
PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM PIKRAT
II.
HARI/TANGGAL:
RABU/
28 AGUSTUS 2019
III.
TUJUAN:
- Dapat
mengetahui dan memahami salah satu reaksi substitusi elektrofilik pada senyawa
aromatik
- Dapat
mengetahui dan memahami sifat kearomatikan dari senyawa aromatik yang
tersubstitusi
- Dapat mengetahui sifat sifat asam pikrat
IV.
LANDASAN
TEORI
Ciri
ciri asam adalah bersifat kristal dan berwarna putih kekuningan. Pada suhu 200c
kelarutan dalam air sedikit larut (dalam 100g air melarutkan 1,1g TNF), dan
sedikit hydroskopic. Asam pikrat pun dapat larut baik dalam pelarut organik
terutama aseton (43 gram dalam 100gram pada 25oc), metanol (21gr
dalam 100gr pada 25oc), sedikit larut dalam asam sulfat dan asam
nitrat pada suhu kamar, kelarutan meningkat seiring dengan temperatur. Pada saat
dipanaskan dengan temperatur diatas titik leleh (122,50c) asam
pikrat akan menyublim. Asam pikrat terdapat dialam dan relatif stabil. Asam pikrat
dapat menghasilkan pikraty (garam dari asam picric), yang sangat sensitif dan
menyebabkan ledakan. Dengan peningkatan berat atom logam sensitivitas
meningkat. Para logam direaksikan dengan air atau dalam keadaan cair juga
menghasilkan pikraty. Asam picrat juga dapat menghasilkan ester, misalnya
trinitroanisol dan trinitrofenetol (Enry,2010).
Trinitrofenol atau asam pikrat bersifat jenuh dalam
suasana basa dan dapat juga digunakan untuk menunjukkan adanya karbohidrat
pereduksi. Ketika 5ml larutan asam karbohidrat pereduksi yang kemudian
ditambahkan 2-3ml asam pikrat dan 1ml natrium karbonat 10%. Pada saat
pemanasan, hal yang terjadi yaitu perubahan warna kuning menjadi merah. Reaksi ini
yang terjadi pada saat pengujian adalah oksidasi karbohidrat pereduksi menjadi
asam onat dan kemudian reduksi asam pikrat yang berwarna kuning menjadi asam
pikramat yang berwarna merah (Sumardjo,2009).
Fenol
adalah salah satu senyawa aromatik yang merupakan turunan dari benzena yang
memiliki rumus umum Ar-OH, dimana Ar- adalah fenil dan OH merupakan gugus
subtituen yang dapat mempengaruhi suatu posisi penyerangan suatu elektrofil
terhadap cincin benzen. Fenol juga dapat mengalami beberapa reaksi-reaksi
antara lain: reaksi nitrasi, sulfonasi, halogenasi, dan reaksi esterifikasi.
Asam
pikrat (2,4,6-trinitrofenol) adalah turunan dari fenol. Suatu reaksi
pembentukan asam pikrat dari fenol tidak dapat diperoleh secara langsung dari
asam nitrat dengan fenol, karena fenol terlalu sensitive terhadap reaksi
oksidasi. Untuk memperoleh hasil yang
baik pada uji asam pikrat ini, maka prosedurnya fenol harus terlebih dahulu
disulfonasi untuk membentuk asam 2,4-disulfonat dan yang kemudian ditambahkan
asam nitrat untuk reaksi campurannya. Gugus asam sulfonat dapat melindungi
fenol dari oksidasi dari asam nitratdan baru kemudian gugus-gugus asam tersebut
akan pelan-pelan diganti oleh gugus nitro. Hasil yang mungkin diperoleh melalui
praktikum di laboratorium sekiitar 65-70% (Penuntun Kimia Organik,2015)
fenol bersifat lebih
asam dibandingkan dengan alkohol alifatik lainnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan mereaksikan fenol dengan
NaOH, di mana pada saat fenol dapat melepaskan H+. Pada keadaan yang sama,
alkohol alifatik lainnya tidak dapat bereaksi seperti itu. Pelepasan ini dapat
diakibatkan pelengkapan orbital antara satu-satunya pasangan oksigen dan sistem
aromatik, yang mendelokalisasi beban negatif melalui cincin tersebut dan
menstabilkan anionnya. Fenol atau asam karbonat atau benzenol adalah zat
kristal tak berwarna yang memiliki bau khas. Rumus kimianya adalah C6H5OH dan
strukturnya memiliki gugus hidroksil (-OH) yang berkaitan dengan cincin fenol (Darusman.
2003:45)
V.
ALAT
DAN BAHAN
5.1.
ALAT:
a. Labu
dasar datar 1liter
b. Corong
buncher
c. Corong
7cm
d. Balok
kayu 10x10x3cm2
e. Gelas
piala 200ml
5.2.
BAHAN
a. 8gr
fenol
b. 10ml
asam sulfat pekat
c. 30ml
asam nitrat pekat
VI.
PROSEDUR
KERJA
Untuk membuat senyawa organik pikrat:
1. Dimasukkan
8gr fenol ke dalam labu dasar datar berukuran 1liter
2. Ditambahkan
10ml asam sulfat pekat
3. Dikocok
sampai timbul panas
4. Didinginkan
labu kedalam air es
5. Diletakkan
labu tersebuk ke atas balok kayu dalam lemari asam
6. Ditambahkan
30ml asam nitrat pekat, dikocok
7. Didiamkan
campuran ini dan jangan diganggu
8. Diamati
hasilnya biasanya keluar uap coklat dari dalam labu
9. Dipanaskan
campuran dalam labu diatas penangas selama 1,5 jam sambil dikocok
10. Ditambahkan
100ml air
11. Didinginkan
labu dalam air es
12. Disaring
kristal dalam corong buncher dan dicuci dengan air untuk menghilangkan asam
anorganik
13. Dikristalkan
kembali asam pikrat yang terbentuk dalam 90ml campuran etanol dan air denga
perbandingan (1:2)
14. Didinginkan
dan diamati asam pikrat yang berwarna
15. hasil
Pertanyaan:
1. Apa
yang terjadi ketika fenol dan HNO3 (Asam nitrat) dicampurkan ke
dalam labu dasar bulat kemudian diaduk?
2. Reaksi
apa yang terjadi pada campuran fenol dan asam nitrat?
3. Mengapa
ketika dilakukan campuran antara asam nitrat dan fenol terdengar suara ledakan
dan mengeluarkan asap berwarna merah?