LATAR BELAKANG MASALAH
Kimia adalah salah satu cabang ilmu
pengetahuan yang bersifat fakta namun juga dapat di klasifikasikan ada yang
bersifat kontekstual dan konseptual. Pemelajaran kimia terdiri dari beberapa
perhitungan, dan konsep dasar yang harusnya dipahami oleh siswa. Namun,
kebanyakan guru yang hanya memanfaatkan beberapa media yang bersifat
konvensional yang tidak membuat siswa menjadi tertarik dengan pembelajaran
kimia.
Pada tuntutan kurikulum, bahan ajar
mestinya dikembangkan setiap waktunya dalam dunia pendidikan. Hal ini
diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Bahan ajar LKPD
ini bermanfaat dikarenakan dapat didesain sesuai dengan keadaan peserta didik
dan karakteristik sekolah (Wirdani,2019). LKPD merupakan suatu bahan ajar yang
dapat digunakan guru untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar
mengajar. LKPD berisi tentang lembaran-lembaran tugas yang dapat diisi oleh
peserta didik, dialamnya terdapat langkah langkah dalam penyelesaian tugas.
Tugas dalam LKPD juga dapat berisi permasalahan yang dapat menuntun siswa untuk
memangun pengetahuannya sendiri, maupun secara berkelompok.
Didalam proses pembelajaran
kontekstual ini adalah suatu pembelajarana yang bersifat konteks atau yang
biasa disbeut dengan memaknai dari kata-kata yang terkandung juga didalam
sebuah kalimat dalam suatu paragraf, dalam artian mencari makna yang lebih spesifik
dari suatu kata atau kalimat, bahkan paragraf. Dengan mengaitkan materi disini,
bermaksud mengaitkan materi dengan kehidupan atau nyata yang dapat dilihat dan
dirasakn dalam kehidupan dan kebutuhan siswa untuk meningkatkan motivasi siswa
dalam belajar dengan tujuan agar proses belajar dan mengajar lebih efisien dan
efektif. Pendekatan ini disebut dengan pendekatan kontekstual.
Pengaitan materi ke dalam kehidupan
nyata membuat peserta didik akan memperoleh pengalaman dan tidak hanya dengan
menghafal, sehingga akan memberikan pengetahuan yang bermakna bagi peserta
didik untuk kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, dalam penelitian ini akan
dilakukan pengembangan bahan ajar berupa LKPD berbasis pendekatan CTL untuk
meningkatkan pemahaman konsep kimia pada materi Asam basa yang berjudul: “Pengembangan
Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) Dengan Menggunakan Pendekatan
Contextual Teaching Learning (CTL) Pada
Materi Asam Basa Di SMAN 5 KOTA JAMBI”
PENELITIAN RELEVAN
Penelitian tentang pengembangan
Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) telah banyak dilakukan, dimana
hasilnya yang dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam proses belalar
mengajar disekolah. Menurut Fitriani dkk (2016) yang telah melakukan penelitian
dengan judul “Pengembangan Lembar Kerja
Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Pemahaman
Konsep Dan Aktivitas Belajar Peserta Didik Pada Materi Larutan Penyangga”. Hasil penelitian yang telah didapatkan,
menunjukkan bahwa pengembangan LKPD berbasis masalah ini memiliki nilai yang
positif yang mana pengembangan LKPD menggunakan model pembelajaran ADDIE,
dimana peserta didik memiliki nilai response yang baik terhadap tugas yang ada
dan peserta didik juga tertarik dan juga menimbulkan minat belajar siswa itu
sendiri. Minat belajar siswa ini berdampak sangat baik bagi hasil belajar siswa
berdasarkan hasil dari pre-test dan post-test
yang telah dilakukan peneliti melalui uji Wilcoxon yang hasilnya adalah LKPD yang berbasis masalah dapat
meningkatkan konsep peserta didik.
Selanjutnya, penelitian yang telah
dilakukan oleh Yosefa dan Imelda (2019) dengan judul “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik Bermuatan Multimedia
Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Tema Daerah Tempat Tinggalku
Pada Siswa Kela IV Di Rutoroso Di Kabupaten Ngada”. Hasil penelitian yang
telah didapatkan ada 3, yaitu (1) berdasarkan uji coba produk yaitu memiliki
nilai yang sangat baik yang mana penilaiannya menggunakan produk bahasa,
materi/isi yang digunakan, dan desain lkpd. Hasil yang didapatkan dari uji coba
produk ini didapatkan berdasarkan lembar kuisioner yang dibagikan. Hasil yang
diperoleh memiliki tingkat kualitas lembar kerja dengan penilaian yang sangat baik, dan point
tertinggi yang diapat yatitu pada aspek kesesuaian dan ukuran jenis huruf. (2)
berdasarkan uji siswa dalam penggunaan produk memiliki kategori nilai yang
sangat baik yang diperoleh berdasarkan lembar kuisioner yang dapat
dikategorikan bahwa kualitas lembar kerja memiliki tanggapan yang baik pada
kemenarikan cover yang telah diuat. (3) berdasarkan uji keefektivan siswa dalam
pengembangan lembar kerja menggunakan multimedia diperoleh dari hasil tes
pengetahuan siswa dalam soal. Keefektivan lembar kerja siswa elektronik
berbasis multimedia memiliki nilai yang sangat baik berdasarkan soal soal yang
telah dikerjakan ssiwa dalam lembar kerja elektronik siswa.
Sedangkan Apriyanto dkk (2019)
melakukan penelitian dengan judul “Pengembangan
E-LKPD Berpendekatan Saintifik Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit”.
Dalam hasil penelitiannya yang mengembangkan E-LKPD di SMAN 7 Kota Jambi
memiliki nilai respon yang posiif pada siswa, yang mana dalam penelitiannya
menggunakan software 3D pageflip pada
materi larutan elektronik dan non elektronik dikategorikan memiliki nilai yang
sangat baik pada lembar kerja siswa dengan memiliki hasil presentasi 81,7% maka
produk yang dikembangkan oleh pengembang dapat dikategorikan sangat bbaik. Pada
pengembangan E-LKPD ini termasuk kategori yang layak digunakan dalam materi
kimia yang diperolh dari hasil respon siswa dengan menggunakan pendekatan
saintifific pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit yang telah
dikembangkan.
Berdasarkan uraian
diatas, untuk meningkatkan suatu keterampilan sisea dalam mengutarakan pendapat
berdasarkan yang mereka lihat, maka pengembangan LKPD diangkat untuk dijadikan
seuah penelitian denga menggunakan model kontekstual untuk meningkatkan
berpikir kreatif siswa ketika mengobservasi di lapangan.
Teori Belajar Terhadap CTL (Contextual
Teaching Learning)
Kata “kontekstual” berasal
dari “konteks” yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mengandung dua arti: 1)
bagian sesuatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau menambah kejelasan
makna; 2) situasi yang ada hubungan dengan suatu kejadian.
Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and
learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi
yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang
dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan
mereka seharihari, dengan melibatkan tujuh
komponen utama pembelajaran efektif, yakni:
konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan (Inquiri), masyarakat belajar (Learning
Community), pemodelan (Modeling), dan penilaian sebenarnya (AuthenticAssessment).
Johnson,
mengartikan pembelajaran kontekstual adalah suatu proses pendidikan yang
bertujuan membantu siswa melihat makna dalam bahan pelajaran yang mereka
pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan mereka
sehari-hari, yaitu dengan konteks lingkungan pribadinya, sosialnya, dan
budayanya (Kadir.2013:25).
Teori konstruktivisme
merupakan proses pembelajaran bukanlah hanya sekedar menghafal saja, tetapu
proses pengkontruksi pengetahuan yang mana hal ini berdasarkan pengalaman yang
peserta didik alami. Elajar juga merupakan suau proses pementukan pengetahuan,
pementukan yang dimaksud yaitu harus dilakukan oleh siswa, yang mana sisw
aharus aktif, melakukan kegiatan, aktif berfikir, menyusun konsep, dan juga
memberikab makna entang hal hal yang akan dipelajari.
Teori konstruktivis yang
dapat digunakan untuk mengajarkan “mengapa” yaitu dapat meningkatkan berpikir
dan mengangkat makna personal, keadaan dan belajarnya yang kontekstual atau
nyata dala kehidupan peserta didik atau memiliki hubungan erat dengan
Contextual Teaching Learning.