JURNAL PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ESTER METIL SALISILAT (MINYAK GANDAPURA)
PRAKTIKUMKIMIA ORGANIK II
PRAKTIKUMKIMIA ORGANIK II
NAMA:
TIURMA REFINA LESTARI SILABAN
NIM:
RSA1C117011
DOSEN
PENGAMPU
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2019
PERCOBAAN 4
I.
JUDUL: PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ESTER METIL
SALISILAT (MINYAK GANDAPURA)
II.
HARI/TANGGAL: RABU/ 2 OKTOBER 2019
III.
TUJUAN: - Dapat memahami cara pembuatan minyak gandapura secara
sintesis dari asam salisilat dan metanol
-
Dapat mengetahui
minyak gandapura adalah merupakan ester karboksilat
-
Dapat menentukan
sifat fisik dan kimia dari minyak gandapura
-
Dapat
mengetahui jenis reaksi sintesis pembuatan minyak gandapura.
IV.
LANDASAN TEORI
Asam salisilat
adalah salah satu bahan kimia yang cukup penting dan biasa ditemukan dalanm
kehidupan sehari-hari serta mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi karena dapat digunakan
sebagai bahan intermediet dari pembuatan obat-obatan seperti antiseptik dan
analgenik. Turunan dari asam salisilat adalah metil salisilat. Metil salisilat
ini memiliki ciri-ciri yaitu berwarna kuning kemerahan dan memiliki bau
wintergreen. Metil salisilat ini juga tidak larut dalam air tetapi larut dalam
alkohol dan eter. Metil salisilat ini biasanya digunakan sebagai bahan dasar
farmasi, penyedap rasa pada makanan, minuman, gula-gula, pasta gigi,
antiseptik, kosmetik serta parfum. Metil salisilat ini telah digunakan untuk
pengobatan sakit syaraf, sakit pinggang, radang selaput dada, dan rematik,
namun juga digunakan sebagai obat gosok dan balsem (supardani, dkk., 2006).
Etil salisilat
termasuk senyawa ester yang dapat dibuat dengan cara mensintesis dengan jalan
mereaksikan suatu seyawa asam karboksilat dengan alkohol dalam suasana asam. Proses
esterifikasi dikenal dengan nama esterifikasi Fisenar. Dari proses yang terjadi
tersebut maka diperoleh hasil sampingan yaitu H2O dan untuk
mengetahui H2O tersebut telah digunakan, metode yang dikenal sebagai
labelling isotop, ternyata air yang terbentuk bukan berasal dari asam, namun
berasal dari gugus –OH milik asam (Underwood,1997).
Suatu kandungan
kulit kayu Salix alba menggambarkan
beberapa bentuk asli dari beberapa obat, yakni: asam salisilat, asam asetil
salisilat (aspirin), asetilida, dan salisin. Selain dari meringankan rasa
nyeri, zat ini juga mengandung atau mempunyai asktivitas antipiretik. Semua dari
obat-obatan ini mempunyai anti radang yang bermanfaat kecuali anilida yang
sederhana. Asam asetil salisilat menghambat siklooksigenase dengan cara
mengasetilasi sisi aktif. Hubungan dari potensi obat ini sebagai obat
antiradang, sebagai penghadang prostaglandin sintetase dan sebagai penghilang
nyeri (Vogel, 1978).
Balsem
adalah sebuah salep sediaan obat yang biasa digunakan dikalangan masyarakat dan
banyak disukai karena balsem ini dapat meringankan rasa nyeri, kaku otot akibat
dari rematik, dan gangguan –gangguan lain. Saat ini balsem telah diproduksi
dalam berbagai merek yang juga memiliki ragam komposisi dalam kandungan balsem
tersebut, seiring dengan kebutuhan masyarakat akan bahan baku juga yang
meningkat. Metil salisilat adalah salah satu bahan utaman dari pembuaan balsem
tersebut. Selain dapat diperoleh dari alam, metil salisilat juga dapat dibuat
secara sintesis atau sintetik dari reaksi asam salisilat dengan metanol yang
menggunakan katalis asam sulfat pekat (Siegfried, Ebel.1992)
Minyak
gandapura adalah sejenis obat gosok yang dapat menghilangkan rasa sakit lokal
(local anastetic) yang efektif dan tidak mempunyai efek samping yang serius
pada kulit. Esterifikasi adalah reaksi dari asam karboksilat dengan alkohol
menghasilkan ester dan air. Kesetimbangan dapat diperoleh ketika menambahkan
katalisator yang bersifat kuat. Pada saat suhu kamar, derajat kesetimbangan
reaksi asam dengan alkohol adalah kecil kesetimbangan dicapai dengan lambat. Tetapi
jika reaksi berlangsung pada suhu tinggi dengan menggunakan pendingin balik
(refluks) dan asam kuat sebagai katalisator, maka reaksi itu dipercepat dan
kesetimbangan lebih mudah dicapai (asas
Le Chathelier) (Horizon,2017).
V.
ALAT DAN BAHAN
5.1.ALAT:
a.
Labu dasar
bulat 500ml
b.
Termometer
c.
Labu destilasi
100ml
d.
Pendingin
(liebig)
e.
Corong pisah
f.
Pipa bengkok
g.
Erlenmeyer
200ml
5.2.BAHAN
a.
28 gr
asam salisilat
b.
Natrium
bikarbonat
c.
81 ml
methanol
d.
Magnesium
sulfat anhidrat
e.
8ml
asam sulfat
VI.
PROSEDUR KERJA
Untuk
membuat senyawa organik ester metil salisilat (gandapura):
-
Dimasukkan
ke dalam labu dasar bulat 500ml 28gr asam salisilat,81ml metanol, 8ml asam
sulfat dan dikocok.
-
Direfluks
selama 8 jam dan dibiarkan menjadi dingin
-
Dirubah
posisinya dari posisi tegak menjadi
dingin utuk mendestilasi sisa metanol dengan memanaskan dengan penangas air
-
Setelah
metanol habis didestilasi, lalu dibiarkan dingin
-
Diisi labu dan dituangkan ke dalam corong
pisah
-
Dicampur
dengan 250ml air dan dikocok kuat sampai terbentuk 2 lapisan
-
Dialirkan
lapisan ester(lapisan bawah) kedalam erlenmeyer sampai bebas asam dan
ditambahkan larutan jenuh NaHCO3 sampai bebas asam
-
Ditambahkan
anhidrida magnesium sulfat untuk mengeringkan ester salisilat selama 30 menit
-
Disaring
filtratnya dan langsung ditampung di dalam labu destilasi, kemudian di
destilasi diatas penangas air. Catat temperatur waktu destilat ditampung.
-
Bila ternyata
temperatur masih jauh dibawah titik didih metil salisilat 1150c
murnikan kembali metil salisilat yang ditampung dengan mendestilasinya lagi
-
Diperiksa
indeks bias metil salisilat murni.
Link video: https://youtu.be/Nu2Excsv4zE
pertanyaan:
1.
Mengapa
pada proses refluks posisi pendingin yang tegak dirubah menjadi miring? Apakah fungsinya?
2.
Pada saat
pemisahan laruan setelah di destilasu, Mengapa lapisan ester dibuat sampai
bebas asam?
3.
Mengapa
NaHCO3 ditambahkan pada lapisan ester yang didapat ketika pemisahan dari corong pisah?
3. Agar ester bebas dari asam, Penambahan NaHCO3 dilakukan agar air yang masih tersisa pada ester ini hilang.
BalasHapusWidya aria ningsih
BalasHapus03. Karena nanti akan mempengaruhi titik didih saat destilasi selanjutnya
hr. yuniarccih
BalasHapus1. fungsinya agar destilat dapat mengalir ke labu destilat.
dimana tetesan pertamanya nanti akan dicatat suhuya untuk membandingkan dengan titik didih minyak gandapura secara teori