Senin, 28 September 2020

Penerapan Teori dalam Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran

 LATAR BELAKANG MASALAH

Kimia adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang bersifat fakta namun juga dapat di klasifikasikan ada yang bersifat kontekstual dan konseptual. Pemelajaran kimia terdiri dari beberapa perhitungan, dan konsep dasar yang harusnya dipahami oleh siswa. Namun, kebanyakan guru yang hanya memanfaatkan beberapa media yang bersifat konvensional yang tidak membuat siswa menjadi tertarik dengan pembelajaran kimia.

Pada tuntutan kurikulum, bahan ajar mestinya dikembangkan setiap waktunya dalam dunia pendidikan. Hal ini diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Bahan ajar LKPD ini bermanfaat dikarenakan dapat didesain sesuai dengan keadaan peserta didik dan karakteristik sekolah (Wirdani,2019). LKPD merupakan suatu bahan ajar yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. LKPD berisi tentang lembaran-lembaran tugas yang dapat diisi oleh peserta didik, dialamnya terdapat langkah langkah dalam penyelesaian tugas. Tugas dalam LKPD juga dapat berisi permasalahan yang dapat menuntun siswa untuk memangun pengetahuannya sendiri, maupun secara berkelompok.

Didalam proses pembelajaran kontekstual ini adalah suatu pembelajarana yang bersifat konteks atau yang biasa disbeut dengan memaknai dari kata-kata yang terkandung juga didalam sebuah kalimat dalam suatu paragraf, dalam artian mencari makna yang lebih spesifik dari suatu kata atau kalimat, bahkan paragraf. Dengan mengaitkan materi disini, bermaksud mengaitkan materi dengan kehidupan atau nyata yang dapat dilihat dan dirasakn dalam kehidupan dan kebutuhan siswa untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dengan tujuan agar proses belajar dan mengajar lebih efisien dan efektif. Pendekatan ini disebut dengan pendekatan kontekstual.

Pengaitan materi ke dalam kehidupan nyata membuat peserta didik akan memperoleh pengalaman dan tidak hanya dengan menghafal, sehingga akan memberikan pengetahuan yang bermakna bagi peserta didik untuk kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, dalam penelitian ini akan dilakukan pengembangan bahan ajar berupa LKPD berbasis pendekatan CTL untuk meningkatkan pemahaman konsep kimia pada materi Asam basa yang berjudul: “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) Dengan Menggunakan Pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL)  Pada Materi Asam Basa Di SMAN 5 KOTA JAMBI”

PENELITIAN RELEVAN

Penelitian tentang pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) telah banyak dilakukan, dimana hasilnya yang dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam proses belalar mengajar disekolah. Menurut Fitriani dkk (2016) yang telah melakukan penelitian dengan judul “Pengembangan Lembar Kerja Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Aktivitas Belajar Peserta Didik Pada Materi Larutan Penyangga”.  Hasil penelitian yang telah didapatkan, menunjukkan bahwa pengembangan LKPD berbasis masalah ini memiliki nilai yang positif yang mana pengembangan LKPD menggunakan model pembelajaran ADDIE, dimana peserta didik memiliki nilai response yang baik terhadap tugas yang ada dan peserta didik juga tertarik dan juga menimbulkan minat belajar siswa itu sendiri. Minat belajar siswa ini berdampak sangat baik bagi hasil belajar siswa berdasarkan hasil dari pre-test  dan post-test yang telah dilakukan peneliti melalui uji Wilcoxon yang hasilnya adalah LKPD yang berbasis masalah dapat meningkatkan konsep peserta didik.

Selanjutnya, penelitian yang telah dilakukan oleh Yosefa dan Imelda (2019) dengan judul “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik Bermuatan Multimedia Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Tema Daerah Tempat Tinggalku Pada Siswa Kela IV Di Rutoroso Di Kabupaten Ngada”. Hasil penelitian yang telah didapatkan ada 3, yaitu (1) berdasarkan uji coba produk yaitu memiliki nilai yang sangat baik yang mana penilaiannya menggunakan produk bahasa, materi/isi yang digunakan, dan desain lkpd. Hasil yang didapatkan dari uji coba produk ini didapatkan berdasarkan lembar kuisioner yang dibagikan. Hasil yang diperoleh memiliki tingkat kualitas lembar kerja dengan  penilaian yang sangat baik, dan point tertinggi yang diapat yatitu pada aspek kesesuaian dan ukuran jenis huruf. (2) berdasarkan uji siswa dalam penggunaan produk memiliki kategori nilai yang sangat baik yang diperoleh berdasarkan lembar kuisioner yang dapat dikategorikan bahwa kualitas lembar kerja memiliki tanggapan yang baik pada kemenarikan cover yang telah diuat. (3) berdasarkan uji keefektivan siswa dalam pengembangan lembar kerja menggunakan multimedia diperoleh dari hasil tes pengetahuan siswa dalam soal. Keefektivan lembar kerja siswa elektronik berbasis multimedia memiliki nilai yang sangat baik berdasarkan soal soal yang telah dikerjakan ssiwa dalam lembar kerja elektronik siswa.

Sedangkan Apriyanto dkk (2019) melakukan penelitian dengan judul “Pengembangan E-LKPD Berpendekatan Saintifik Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit”. Dalam hasil penelitiannya yang mengembangkan E-LKPD di SMAN 7 Kota Jambi memiliki nilai respon yang posiif pada siswa, yang mana dalam penelitiannya menggunakan software 3D pageflip pada materi larutan elektronik dan non elektronik dikategorikan memiliki nilai yang sangat baik pada lembar kerja siswa dengan memiliki hasil presentasi 81,7% maka produk yang dikembangkan oleh pengembang dapat dikategorikan sangat bbaik. Pada pengembangan E-LKPD ini termasuk kategori yang layak digunakan dalam materi kimia yang diperolh dari hasil respon siswa dengan menggunakan pendekatan saintifific pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit yang telah dikembangkan.

Berdasarkan uraian diatas, untuk meningkatkan suatu keterampilan sisea dalam mengutarakan pendapat berdasarkan yang mereka lihat, maka pengembangan LKPD diangkat untuk dijadikan seuah penelitian denga menggunakan model kontekstual untuk meningkatkan berpikir kreatif siswa ketika mengobservasi di lapangan.

Teori Belajar Terhadap CTL (Contextual Teaching Learning)

Kata “kontekstual” berasal dari “konteks” yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mengandung dua arti: 1) bagian sesuatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau menambah kejelasan makna; 2) situasi yang ada hubungan dengan suatu kejadian.

       Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka seharihari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni: konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan (Inquiri), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), dan penilaian sebenarnya (AuthenticAssessment).

       Johnson, mengartikan pembelajaran kontekstual adalah suatu proses pendidikan yang bertujuan membantu siswa melihat makna dalam bahan pelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari, yaitu dengan konteks lingkungan pribadinya, sosialnya, dan budayanya (Kadir.2013:25).

Teori konstruktivisme merupakan proses pembelajaran bukanlah hanya sekedar menghafal saja, tetapu proses pengkontruksi pengetahuan yang mana hal ini berdasarkan pengalaman yang peserta didik alami. Elajar juga merupakan suau proses pementukan pengetahuan, pementukan yang dimaksud yaitu harus dilakukan oleh siswa, yang mana sisw aharus aktif, melakukan kegiatan, aktif berfikir, menyusun konsep, dan juga memberikab makna entang hal hal yang akan dipelajari.

Teori konstruktivis yang dapat digunakan untuk mengajarkan “mengapa” yaitu dapat meningkatkan berpikir dan mengangkat makna personal, keadaan dan belajarnya yang kontekstual atau nyata dala kehidupan peserta didik atau memiliki hubungan erat dengan Contextual Teaching Learning.

3 komentar:

  1. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Perkenalkan nama saya Putri Iga Noviyanti nim RSA1C117002 saya ingin bertanya kepada saudari tiurma.

    Mengapa saudari lebih memilih mengembangkan e-lkpd dari pada mengembang penggunaan aplikasi yang sudah banyak tersedia dan bisa Di akses dimana saja?

    Sedikit banyak yg saya ketahui aplikasi-aplikasi yang sudah ada lebih mudah digunakan dan lebih menarik minat Siswa untuk menggunakannya. Karena siswa cenderung memilih menggunakan media yang mudah didapat, di akses kapan pun daan dimana pun siswa itu berada selama masih terkoneksi dengan jaringan internet. Terima kasih

    BalasHapus
  2. Baiklah terimakasih kepada saudari iga, dsini saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari pertanyaan saudara yaitu alasan penggunaan E-LKPD karena pada masa pandemi saat ini, mungkin guru kesulitan dalam memberikan tugas kepada siswa. Jika memberikan e-book kemungkinan siswa akan merasa bosan dengan buku yg mereka miliki. Maka dikembangkanlah LKPD berbasis elektronik yang berisikan gambar/ animasi. Adapun isi dari E-LKPD ini, yaitu judul, kompetensi dasar yang akan dicapai, waktu penyelesaian, bahan peralatan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas, informasi singkat, langkah kerja, tugas yang harus dikerjakan dan laporang yang harus dikerjakan.
    E-LKPD disini berbasis Contextual yang mana siswa dapat menerapkan teori konseptual dengan konteks (nyata) sehingga siswa dapat mengobservasi secara langsung suatu teori yang mereka ketahui, yang kemudian mereka ungkapkan ke dalam lembar kerja yang sudah disediakan. Mengapa tidak menggunakan aplikasi? Karena LKPD lebih bisa memuat banyak teori dan soal ataupun prosedur penggunaan materi sesuai dengan model kontekstual yang saya gunakan.
    Semoga membantu
    Terimakasih

    BalasHapus
  3. Sedikit saran juga, ada baiknya jika saudari memasukkan judul dan rumusan masalah yang akan saudari gunakan untuk penelitian, agar memudahkan pembaca yang lain untuk tahu mengapa saudari membuat blog ini.
    Terima kasih

    BalasHapus

Penerapan Teori dalam Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran

  LATAR BELAKANG MASALAH Kimia adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang bersifat fakta namun juga dapat di klasifikasikan ada yang b...